Skuad Sragen United Saat Menjajal Lapangan di Stadion Jatidiri

SEMARANG, psis.co.id – PSIS Semarang akan melakoni laga ketiga mereka di ajang Liga 2 musim 2017 ini. Johan Yoga dkk akan menjamu kontestan Grup 4 lainnya yaitu Sragen United di Stadion Jatidiri Semarang Sore (4/5) nanti.

Poin penuh di laga kandang kedua tim berjuluk Mahesa Jenar itu cukup penting menghingat saat ini PSIS masih berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan mengantoni enam poin hasil dari dua kemenangan. Peringkat pertama dihuni Persis Solo dengan raihan poin yang sama namun tim asuhan Widiantoro unggul dalam jumlah selisih gol.

“Setiap laga di kompetisi bagi kami ibarat laga final. Anak-anak harus tampil fight untuk mengamankan tiga poin di kandang meski dibutuhkan kerja keras juga karena semua lawan di grup 4 berat,” kata General Manajer (GM) PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto.

Head coach PSIS Subangkit memberikan sinyal akan tampil offensif sejak kick off.
“Kami hanya kehilangan Haudi Abdillah yang harus absen kurang lebih selama sebulan ke depan. Sisanya semua pemain siap bertarung untuk melawan Sragen United besok (hari ini, red),” beber coach Subangkit.

Head coach Sragen United, Jaya Hartono ditemui di Stadion Jatidiri Sore kemarin mengatakan, timnya terkendala persiapan yang minim usai melakoni derby Surakarta menjamu Pesis Solo Minggu (30/4) kemarin.

Bahkan mantan pemain BPD Jateng 1991-1993 itu mengakui timnya sempat salah jadwal,”Kami berpatokan di jadwal sebelumnya yaitu main di Semarang tanggal 7 Mei. Ternyata ada  perubahan jadwal main tanggal 4 Mei nah yang baca perubahan jadwal manajemen di Jakarta, ternyata benar ada perubahan jadwal. Makanya persiapan kami efektif hanya dua hari,” beber Jaya Hartono.

Namun pihaknya menegaskan timnya siap tempur versus Mahesa jenar sore nanti. Pihaknya juga meminta kepada Lucky Wahyu dkk untuk melupakan kekalahan 1-0 atas Persis Solo di laga sebelumnya.

“Yang bisa kami lakukan di persiapan yang mepet ini adalah memotivasi anak-anak untuk tetap tampil bersemangat lawan PSIS, sukur-sukur bisa mencuri poin,” sambung pelatih yang pernah menukangi tim-tim kasta tertinggi itu.
Disinggung mengenai calon lawan mereka, Jaya mengakui masih buta dengan kekuatan tim Mahesa Jenar meskipun dia mengaku kehadiran M Ridwan di PSIS memberikan warna lain bagi permainan tim.

“Saya juga mengeal karekter coach Subangkit, kami teman lama dan Subangkit selalu bisa membentuk tim yang berkarakter. Ya kami tekankan ke semua pemain bahwa semua pemain PSIS berbahaya apalagi mereka bermain di kandang,” pungkasnya. (PSIS Media)

   
     © 2017 PSIS Semarang