Yoyok Sukawi CEO PSIS Semarang

SEMARANG, psis.co.id – Perkembangan terakhir tentang renovasi stadion Jatidiri Semarang setelah diadakannya rapat antara Komisi E DPRD Jateng dengan Dinas Pemuda dan Olahraga, selasa (4/7) siang.

Menurut Ketua Komisi E DPRD Jateng yang juga merupakan CEO dari klub PSIS Semarang AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi mengatakan renovasi tahap kedua Stadion Utama Jadiri ini bukannya mangkrak tapi dinyatakan gagal dikarenakan semua peserta lelang dianggap tidak memenuhi persyaratan administrasi oleh Dinas Kepemudaan Olahraga (Dinpora) Jawa Tengah.

Kenapa kok lelang ini gagal? Beliau menyampaikan perihal tersebut hanya bisa dijawab oleh pihak ULP (Unit Pengadaan Lelang) yang bisa memberikan penjelasan sepenuhnya terkait gagalnya lelang stadion Jatidiri Semarang.

Setelah gagalnya lelang tahap kedua Stadion Jatidiri, saat ini Pemerintah Provinsi melalui Dinpora hanya fokus pada solusi yang dapat ditempuh yakni dengan akan dibukanya kembali lelang ulang.

“Jadi setelah gagal lelang pemerintah provinsi melalui dinas pemuda dan olahraga akan melakukan lelang ulang per hari ini, sudah ditayangkan lagi oleh ULP untuk tahapan lelangnya.”, jelasnya.

Proses lelang hanya 2 minggu sejak ditayangkan, per tanggal 10 sudah mulai dibuka lelang harapannya akhir Juli lelang selesai dan Agustus mulai dibongkar untuk pengerjaan tahap kedua.

Dirinya juga mengatakan berkurangnya waktu yang tersisa di tahun ini maka pagu yang tadinya sebesar 200 milyar berkurang menjadi sekitar 69 milyar.

“Karena hanya tersisa waktu 4 bulan saja maka pagu yang tadinya sebesar 200 milyar jadi hanya sekitar 69 milyar saja untuk 2017. Berkurang drastis ini bukan karena kurangnya anggarannya tapi karena waktu yang tersisa hanya 4 bulan.”, tambahnya.

Yang memungkinkan untuk dibangun di tahun 2017 ini adalah yang pertama menyelesaikan tribun selatan sampai ke timur, lalu tribun timur dan tribun utara.

“Itu diselesaikan pondasi, struktur, tribun tapi masih tanpa atap. Lalu, lapangan dibongkar dan drainase disiapkan semuanya tapi berhenti sampai disitu dan belum sampai rumput karena waktunya tidak cukup.”, jelasnya.

Di tahun 2018 akan dilakukan lelang lagi untuk tahap ketiga, anggaran yang sudah tersedia dari pemerintah provinsi baru sekitar 92 milyar dan rencananya akan digunakan untuk menyelesaikan rumput dan menyelesaikan struktur secara keseluruhan. Dan sisa kekurangannya sekitar 110 milyar itu harapan dari komisi E itu untuk 2018 harus diupayakan gantinya.

“Dengan situasi ini, beliau menyampaikan pembangunan stadion utama Jatidiri masih tetap berjalan tapi jadi agak lebih lama atau meleset dari target awal yakni awal tahun 2018 stadion utama Jatidiri sudah bisa diresmikan atau sudah bisa dipakai mundur menjadi tahun 2019 stadion utama Jatidiri ini baru bisa efektif dipakai jika tidak ada kendala.”, ungkap CEO PSIS Semarang ini.

Beliau juga mengharapkan lelang yang sudah diulang ini tidak mengalami permasalahan yang serupa.

“Kita berdoa mudah-mudahan lelang yang sudah diulang ini nanti tidak ada masalah dan tetap berjalan”, pungkasnya.

Ada dua alternatif stadion bagi PSIS Semarang jika proses renovasi stadion utama Jatidiri sudah mulai dikerjakan yaitu Stadion Kebondalem Kendal atau di Stadion Moch Soebroto Magelang.

(Media PSIS)

   
     © 2017 PSIS Semarang